Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Resmi Beroperasi, Investasi Rp247 Miliar
Dengan adanya kilang mini, distribusi gas bumi di Indonesia kini tidak lagi semata bergantung pada jaringan pipa.
IDXChannel - PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur meresmikan kilang mini LNG untuk penyaluran gas bumi yang jauh lebih fleksibel bagi industri dan sektor ketenagalistrikan.
Dengan adanya kilang mini, distribusi gas bumi di Indonesia kini tidak lagi semata bergantung pada jaringan pipa.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
"Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).
Kilang Mini LNG milik PT Liquid Nusantara Gas memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Gas tersebut kemudian diolah menjadi LNG untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.
Yuliot berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi role model bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia.
Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86 persen.
"Jika dibandingkan dengan standar yang kita tetapkan sekitar 30-40 persen, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi disampaikan juga bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina," kata Yuliot.
Di lahan seluas satu hektare, PT Liquid Nusantara Gas mengoperasikan unit-unit modular cryobox.
Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menyatakan bahwa saat ini ada tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan akan ditambah menjadi lima.
"Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan," ujar Wira.
Cryobox merupakan pemanfaatan teknologi Nano LNG Liquefaction, yakni kombinasi unik prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant (propana) tertutup yang memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit.
Karakter modular dan cepat operasional itulah yang membuat instalasi cocok untuk lokasi industri atau pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur tetap yang besar.
(NIA DEVIYANA)