ECONOMICS

KKP Bidik Ekspor Produk Perikanan RI Tembus di Atas USD10 Miliar

Tangguh Yudha 24/10/2026 01:00 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia menembus USD10 miliar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia menembus USD10 miliar. (Foto: Dok. KKP)

IDXChannel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia menembus USD10 miliar atau Rp180 triliun. Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan daya saing dan standardisasi produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP. Yudi Nurul Ihsan mengatakan, nilai ekspor perikanan Indonesia saat ini berada di kisaran USD6 miliar. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekspor tersebut.

“Kita punya target. Pertama, nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat. Sekarang kan sekitar USD6 sekian miliar. Kalau dua kali lipat jadi di atas USD10 miliar,” ujar Yudi dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) KKP di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Yudi menjelaskan, salah satu langkah untuk mencapai target tersebut adalah memperkuat standardisasi produk perikanan. Pasalnya, sejumlah pelaku usaha telah menghasilkan berbagai inovasi produk, tetapi belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor.

“Kita punya potensi karena ternyata setelah saya lihat, para pelaku usaha itu punya banyak inovasi. Cuma tadi belum terstandardisasi dengan baik. Tugas kita untuk melakukan standardisasi yang baik sehingga nanti punya kualitas untuk ekspor,” katanya.

Selain menggenjot ekspor, KKP berupaya meningkatkan konsumsi ikan di dalam negeri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong pemanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas konsumsi produk perikanan di kalangan pelajar.

Yudi mengatakan, KKP terus menjalin komunikasi agar ikan dapat menjadi salah satu menu utama dalam program MBG. Dia juga merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2026 yang, menurutnya, mengatur konsumsi ikan minimal dua kali dalam seminggu.

KKP juga berupaya mengubah pola konsumsi protein masyarakat, khususnya generasi muda, dengan mendorong inovasi produk olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai dengan selera mereka.

“Kita juga ingin menggeser *mindset* anak-anak muda, terutama dari makan protein yang umum menjadi makanan yang lain, itu sumber dari ikan. Karena kami yakin bahwa protein terbaik itu dari ikan,” tuturnya.

Menurut Yudi, penyajian ikan dalam bentuk olahan modern dapat meningkatkan minat konsumsi generasi muda. Pasalnya, produk olahan dinilai lebih menarik dibandingkan ikan yang hanya digoreng atau dibakar.

“Jadi anak-anak muda itu kalau dikasih makan ikan goreng, ikan bakar, itu kayaknya agak kurang menarik. Tapi kalau ikan itu sudah diolah, mereka senang. Nah, ini perlahan-lahan yang perlu kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Dia mencontohkan ikan patin yang dapat diolah menjadi *fish and chips*. Selain menarik minat generasi muda, inovasi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan industri pengolahan hasil perikanan.

“Kalau kita tawarin fish and chips, sampai habis, sampai nambah. Padahal fish and chips kan dari ikan patin, seperti itu. Nah, produk-produk seperti ini yang ingin kita tingkatkan lagi,” kata Yudi.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE