Laba BP Turun 16 Persen pada 2025 Imbas Jatuhnya Harga Minyak
BP melaporkan penurunan laba tahunan sebesar 16 persen pada 2025. Raksasa migas Inggris tersebut terpukul oleh jatuhnya harga minyak tahun lalu.
IDXChannel - BP melaporkan penurunan laba tahunan sebesar 16 persen pada 2025. Raksasa migas Inggris tersebut terpukul oleh jatuhnya harga minyak tahun lalu.
BP melaporkan laba sebesar USD7,5 miliar atau sekitar Rp126 triliun pada 2025, turun dari USR8,9 miliar di tahun sebelumnya.
Dilansir dari BBC pada Selasa (10/2/2026), harga minyak mentah turun sekitar 20 persen tahun lalu.
BP juga mengatakan akan menangguhkan program pembelian kembali saham dan meningkatkan target penghematan biaya. Laporan ini dirilis menjelang kedatangan bos barunya, Meg O'Neill, yang akan menjabat pada April.
O'Neill, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala perusahaan minyak dan gas Australia, Woodside Energy, akan menjadi wanita pertama yang memimpin perusahaan minyak global besar.
Perusahaan tersebut akhir-akhir ini mendapat tekanan dari para pemegang sahamnya karena kinerjanya yang lebih buruk dibandingkan dengan para pesaingnya dalam beberapa tahun terakhir.
Setahun yang lalu, BP mengumumkan perubahan strategi dengan memangkas investasi proyek energi terbarukan, serta fokus kembali pada operasi inti minyak dan gasnya.
Raksasa energi ini berupaya memangkas utangnya, yang saat ini mencapai sekitar USD22 miliar. BP mengatakan pihaknya menargetkan penghematan biaya sebesar USD5,5 miliar-USD6,5 miliar pada akhir 2027.
Keuntungan dalam tiga bulan terakhir turun 30 persen menjadi USD1,54 miliar. Pada periode tersebut, harga minyak mentah Brent turun di bawah USD60 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun.
Raksasa minyak saingan, Shell, juga mengumumkan penurunan keuntungan ketika mempublikasikan hasil tahunannya minggu lalu. Shell melaporkan pendapatan pokok sebesar USD18,53 miliar untuk 2025, penurunan 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)