ECONOMICS

Masih Pandemi, Luhut Beberkan Upaya Pemerintah Tingkatkan Nilai Ekspor Impor RI 

Azhfar Muhammad 24/11/2021 09:59 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 telah mengubah dan melakukan reformasi di berbagai bidang. 

Kegiatan ekspor impor (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 telah mengubah dan melakukan reformasi di berbagai bidang. 

Luhut mengungkapkan upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor dan impor di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Salah satu perubahan paling mendasar adalah di bidang kesehatan, perubahan di sektor kesehatan sangat perlu dan penting dilakukan untuk menghadapi dinamika yang terjadi,” kata Menko Luhut dalam Webinar "Embrace Trade Recovery Momentum" yang digelar secara virtual di Jakarta, Dikutip Rabu (23/11/2021). 

Melihat kondisi saat ini, secara umum pemulihan kondisi ekonomi Indonesia berjalan dengan dengan baik dan pemulihan ekonomi betul-betul bergantung pada bagaimana pemerintah bisa mengendalikan Pandemi.

Menko Luhur menyampaikan beberapa formula atau cara yang dikombinasikan pemerintah sehingga bisa mengendalikan Pandemi Covid-19 sejak awal hingga saat ini. 

“Pandemi Covid-19 memang memberikan efek atau dampak negatif, termasuk pada aktivitas ekspor impor di Indonesia. Meskipun demikian, dampak terhadap ekspor Indonesia tidak seragam dirasakan tergantung pada jenis produk dan tujuan ekspornya,”ujarnya. 

Ekspor dengan kandungan impor tinggi dan terkait dengan rantai nilai global atau global value chains (GVC)akan terdampak lebih besar. 

"Ekspor dengan tujuan negara yang trafficnya rendah, seperti AS, juga akan terkena dampak lebih besar dibandingkan dengan ekspor ke China dan Jepang," sebutnya. 

Sebagai perhatian pemerintah dengan kondisi yang ada, Menko Luhut menambahkan untuk meningkatkan kinerja ekspor impor pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. 

“Di antaranya, pemerintah mempermudah proses bongkar muat untuk ekspor impor di pelabuhan Indonesia guna mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mempercepat pergerakan kapal dan kontainer,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif fiskal melalui penjaminan terhadap pinjaman melalui LPEI  
(export-related) dan PII  (non-export).

"Teman-teman pengusaha jangan pernah pesimis melihat ini, Anda harus optimistis melihat negeri kita ini. Karena menurut saya, we are on the right track. Saya kira  leader kita, yakni  Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh yang baik, jadi saya kira itu kekuatan kita," pungkasnya. (NDA)

SHARE