ECONOMICS

Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Kopi Lokal

Tangguh Yudha 17/02/2026 01:32 WIB

Kinerja ekspor kopi Indonesia yang menembus lebih dari USD1,63 miliar pada 2024 menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki posisi strategis menopang ekonomi

Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Kopi Lokal (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan, kinerja ekspor kopi Indonesia yang menembus lebih dari USD1,63 miliar pada 2024 menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional. 

Selain menjadi sumber penghidupan bagi jutaan pekebun, kopi juga menjadi salah satu andalan ekspor subsektor perkebunan.

“Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi,” ujar Mentan Amran, Senin (16/2/2026).

Ia menekankan, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan posisi tawar kopi Indonesia di pasar global. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan industri roasting, produksi kopi siap seduh, ekstrak kopi, serta diversifikasi berbagai produk turunan lainnya.

Dari sisi perdagangan, ekspor kopi Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 316,7 ribu ton dengan nilai lebih dari USD1,63 miliar.

Pemerintah pun menargetkan penguatan akses pasar hingga 2026 melalui peningkatan konsistensi mutu, pemenuhan standar internasional, serta pengembangan produk kopi olahan sesuai kebutuhan pasar global.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat mengatakan pemerintah juga mendorong penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim serta penguatan pendampingan dan kelembagaan pekebun.

Selain itu, penguatan kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan terus didorong untuk mempercepat transformasi hilirisasi di sentra-sentra produksi.

“Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan,” ujar Roni.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE