ECONOMICS

Moodys Turunkan Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Airlangga

Iqbal Dwi Purnama 06/02/2026 08:19 WIB

Airlangga menjelaskan penurunan peringkat itu kemungkinan karena sebelumnya investasi yang kerap dilakukan oleh BUMN mendapatkan sumber pembiayaan dari APBN.

Moodys Turunkan Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Airlangga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait hasil rilis lembaga pemeringkat dunia, Moody’s Ratings, yang menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif

Airlangga menjelaskan penurunan peringkat itu kemungkinan dilakukan karena sebelumnya investasi yang kerap dilakukan oleh Perusahaan BUMN mendapatkan sumber pembiayaan dari APBN

Dia menilai, ke depan dengan hadirnya Danantara seluruh investasi tidak lagi ditanggung kas negara namun oleh Danantara. 

"Outlook itu membutuhkan penjelasan. Tentu ada perbedaan di tahun ini karena investasi biasanya kan dibiayai oleh BUMN atau melalui APBN. Nah saat sekarang investasi dilakukan dengan Danantara," ujar Airlangga saat ditemui usai acara Pertemuan Tahun Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta, Kamis malam (5/2/2026).

Airlangga mengaku telah menemui Danantara untuk segera menyiapkan jawaban yang akan disampaikan kepada lembaga rating tersebut. Dia menegaskan, Pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan rasio defisit APBN di angka 3 persen dari PDB.

"Jadi saya sudah bicara dengan Danantara di mana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency," kata dia. 

Sebelumnya, Moody's Rating mempertahankan rating utang Indonesia Baa2 meski outlook dipangkas dari 'stabil' menjadi 'negatif'. Penurunan outlook tersebut didasarkakn pada kekhawatiran stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan outlook tersebut diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Hal tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi atas saham-saham Indonesia.

Moody's menambahkan, jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun sejak lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE