ECONOMICS

Naik Tajam, Harga Tanah di Pusat Tokyo Capai Rp4,5 Miliar per Meter Persegi

Wahyu Dwi Anggoro 01/07/2024 15:18 WIB

Kenaikan harga tanah di Jepang mencatat laju tercepat sejak 2010 pada 2023, didorong pemulihan pariwisata pasca pandemi.

Naik Tajam, Harga Tanah di Pusat Tokyo Capai Rp4,5 Miliar per Meter Persegi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kenaikan harga tanah di Jepang mencatat laju tercepat sejak 2010 pada 2023, didorong pemulihan pariwisata pasca pandemi.

Dilansir dari Reuters pada Senin (1/7/2024), harga tanah di Ginza, kawasan perbelanjaan di ibu kota Tokyo, naik 3,6 persen pada 2023, menjadi JPY44,2 juta atau sekitar Rp4,5 miliar per meter persegi.

Menurut data dari Badan Pajak Nasional, harga tanah di Jepang rata-rata naik 2,3 persen tahun lalu, kenaikan ketiga secara berturut-turut. Kenaikannya mencapai 1,5 persen pada 2022 dan 0,5 persen setahun sebelumnya.

Harga tanah naik di 29 dari 47 prefektur, termasuk Tokyo, Hokkaido, dan Okinawa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 25 prefektur. 

Prefektur Fukuoka mencatat kenaikan terbesar yakni 5,8 persen. Pulihnya sektor bisnis dan pariwisata mendorong mendukung permintaan perkantoran, hotel, dan restoran di Fukuoka. 

Jepang dikunjungi lebih dari 3 juta turis asing selama tiga bulan berturut-turut pada Mei 2024 berkat melemahnya yen. Tahun lalu, Jepang menerima sekitar 25 juta pengunjung internasional.

Badan pajak menilai harga tanah setiap tahun untuk membantu perhitungan pajak warisan dan hadiah properti. (WHY)

SHARE