ECONOMICS

Neraca Dagang RI Defisit di Mei 2026, Purbaya Ungkap Penyebabnya

Tangguh Yudha 02/07/2026 10:20 WIB

Purbaya menilai defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 terutama dipicu oleh membesarnya defisit sektor migas.

Neraca Dagang RI Defisit di Mei 2026, Purbaya Ungkap Penyebabnya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannnel - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 terutama dipicu oleh membesarnya defisit sektor minyak dan gas (migas) seiring kenaikan harga minyak dunia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Capaian tersebut menjadi defisit pertama setelah Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama puluhan bulan berturut-turut.

"Dugaan saya karena kita impor migas, harganya lagi bisa naik kan minyak, saya pikir disitu yang membuatnya naik," katanya saat dijumpai pada Rabu (1/7/2027).

Meski neraca perdagangan pada Mei mengalami defisit, Purbaya menegaskan kinerja perdagangan secara kumulatif Januari-Mei 2026 masih mencatatkan surplus. Hal itu ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas yang masih cukup besar.

"Kalau nonmigas itu masih Januari, Mei itu masih positif USD16 miliar. Yang migas negatif USD12 miliar. Dia ngomong bulan-bulan Mei aja kan ya. Kalo kita liat year-to-date Januari, Mei itu migasnya memang yang negatif UD$12. Nonmigasnya positif USD16 miliar. Totalnya masih positif USD4 miliar," sebutnya.

Menurut Purbaya, pelebaran defisit migas disebabkan tingginya harga minyak yang mendorong nilai impor migas meningkat. Ia optimistis kondisi tersebut akan berangsur membaik apabila harga minyak kembali stabil.

"Jadi kenaikannya betul saya duga tadi. Karena migas yang defisit membesar karena harga minyak-minyak yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," kata dia  

(Febrina Ratna Iskana) 

SHARE