Oktober Inflasi 0,08 Persen, Pertanda Daya Beli Warga Kembali Naik?
Kadin Indonesia merespons realisasi inflasi yang terjadi pada Oktober 2024 sebesar 0,08 persen.
IDXChannel - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merespons realisasi inflasi yang terjadi pada Oktober 2024 sebesar 0,08 persen. Inflasi tersebut menjadi penanda berakhirnya tren deflasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengaku tidak terkejut dengan inflasi yang terjadi pada Oktober ini sebesar 0,08 persen.
Dia menilai, kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,93 pada September 2024 menjadi 106,01 pada Oktober 2024 menjadi bukti adanya kejelasan bagi masyarakat untuk terlibat dalam program ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
"Ini juga mungkin boleh orang berantisipasi dengan program-program Pak Prabowo, yang intinya memberikan kesempatan masyarakat untuk dapat berkontribusi atau menjadi bagian daripada perputaran ekonomi," kata Anindya dalam acara Kadin, Jumat malam (1/11/2024).
Anindya mengatakan, tren deflasi selama lima bulan berturut-turut sebelumnya karena dua faktor.
Pertama, turunnya daya beli masyarakat dan kedua, masa transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo mengakibatkan masyarakat masih wait and see.
"Tapi setelah sudah ada kejelasan, orang lebih berani lagi berinvestasi dan menghasilkan daya beli yang naik, dan ini justru yang membuat inflasi benar-benar terlihat," kata Anindya.
Lebih lanjut, Anindya mengatakan, selama inflasi masih dapat dikontrol bukan sebagai suatu yang buruk. Baginya, ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki andil besar dalam roda ekonomi Indonesia terutama dari sisi daya belinya.
"Selama dalam under control, saya rasa bukan jelek, itu artinya perputaran dana ada di masyarakat, dan yang kita butuhkankan selain investasi adalah daya beli itu meningkat," ujar Anindya.
(Fiki Ariyanti)