Pelaporan SPT Tahunan Tembus 7,7 Juta, Aktivasi Coretax Terus Meningkat
Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) Karyawan menjadi kontributor terbesar dengan total 6.856.710 SPT.
IDXChannel - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan hingga tanggal 12 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, tercatat pertumbuhan signifikan baik pada angka pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Tahun Pajak 2025 maupun jumlah aktivasi akun pada sistem Coretax DJP.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti menyampaikan perkembangan ini sebagai sinyal positif atas kesadaran wajib pajak dalam memanfaatkan sistem perpajakan digital yang baru.
"Progres Pelaporan SPT Tahunan PPh Untuk periode s.d. 12 Maret 2026 (Tahun Pajak 2025), tercatat 7.723.526 SPT," tulis Inge dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Menurut Inge, Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) Karyawan menjadi kontributor terbesar dengan total 6.856.710 SPT. Untuk OP Non-Karyawan tercatat sebanyak 705.138 SPT, mencakup para profesional dan usahawan.
Kemudian Wajib Pajak Badan sebanyak 160.195 SPT (dalam mata uang Rupiah) dan 128 SPT (dalam mata uang USD) telah dilaporkan untuk tahun buku reguler. Sejak dibuka pada 1 Agustus 2025, tercatat 1.334 SPT Badan (Rupiah) dan 21 SPT Badan (USD) telah masuk ke sistem.
Sejalan dengan pelaporan SPT, migrasi wajib pajak ke platform Coretax juga menunjukkan angka yang impresif. Hingga saat ini, sebanyak 16.146.343 Wajib Pajak telah resmi mengaktifkan akun mereka.
“Jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi akun Coretax DJP mencapai 16.146.343,” ungkap Inge.
Untuk WP Orang Pribadi mendominasi dengan 15.111.801 akun. Narasi ini mengindikasikan bahwa sistem Coretax telah mulai diterima secara luas oleh masyarakat luas.
Sementara itu, WP Badan mencapai 944.012 akun, menunjukkan kesiapan sektor korporasi dalam mengikuti transformasi digital DJP.
Kemudian WP Instansi Pemerintah sebanyak 90.304 akun dan WP PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) sebanyak 226 akun telah terintegrasi dengan sistem terbaru ini.
(Nur Ichsan Yuniarto)