ECONOMICS

Pemerintah Siap Gelontorkan Rp11 Triliun untuk Jalankan Program WNI 17 Tahun Punya Rekening

Binti Mufarida 09/09/2026 18:46 WIB

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan pembukaan rekening.

Pemerintah Siap Gelontorkan Rp11 Triliun untuk Jalankan Program WNI 17 Tahun Punya Rekening

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun memiliki rekening bank.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan pembukaan rekening.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah WNI berusia 17 tahun ke atas saat ini mencapai sekitar 200 juta orang. Nantinya, masing-masing rekening akan diberikan saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Dengan jumlah tersebut, Airlangga memperkirakan pemerintah perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun. Adapun jika dihitung berdasarkan 200 juta rekening dikali saldo awal Rp50 ribu, kebutuhan anggarannya mencapai Rp10 triliun.

"Kalau 200 juta penduduk, atau sekitar Rp11 triliun lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Airlangga memastikan saldo awal sebesar Rp50 ribu tersebut dapat ditarik oleh pemilik rekening. Dengan demikian, dana tersebut tidak menjadi saldo yang mengendap.

"Bisa, bisa ditarik," katanya.

Terkait waktu dimulainya pembukaan rekening, Airlangga mengatakan kebijakan tersebut sedang dipersiapkan dan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Adapun sumber anggaran untuk program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dari APBN," kata Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan bahwa warga yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) nantinya akan otomatis mendapatkan rekening. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk menyiapkan data penerima.

"Otomatis dapat, nanti kita kerja sama dengan Dukcapil mengenai data-data kayaknya," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE