ECONOMICS

Pengusaha DKI Sebut Dampak Cuaca Buruk di Penjualan Ritel Belum Signifikan

Iqbal Dwi Purnama 24/01/2026 17:39 WIB

Cuaca buruk yang melanda Jakarta dan sekitarnya dalam sepekan terakhir dinilai belum memberikan dampak terhadap kinerja penjualan sektor ritel.

Pengusaha DKI Sebut Dampak Cuaca Buruk di Penjualan Ritel Belum Signifikan. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Solihin mengatakan cuaca buruk yang melanda Jakarta dan sekitarnya dalam sepekan terakhir dinilai belum memberikan dampak terhadap kinerja penjualan sektor ritel

Ia menjelaskan, hujan dan banjir di sejumlah wilayah sempat memengaruhi mobilitas masyarakat, namun penurunan omzet yang dirasakan pelaku usaha diakui belum terasa besar.

"Kalau dibilang ada penurunan, ada, tapi belum signifikan. Kita juga kan baru saja selesai periode Natal dan Tahun Baru (peak season orang belanja)," ujar Solihin saat dihubungi IDX Channel, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, kebijakan work from home (WFH) yang diberlakukan di sejumlah instansi di DKI Jakarta hingga 27 Januari turut membuat sebagian masyarakat menunda aktivitas di luar rumah, termasuk berbelanja. Namun, kondisi tersebut diperkirakan bersifat sementara.

Menurut Solihin, potensi penurunan penjualan akibat cuaca buruk diproyeksikan akan tertutup oleh lonjakan konsumsi pada periode Ramadan dan Idulfitri yang akan segera berlangsung.

"Kalau ditanya apakah hujan berpengaruh ke penjualan, ya pasti berpengaruh. Tapi apakah signifikan? Untuk saat ini saya sampaikan belum signifikan. Dan menurut hitungan saya, itu bisa ter-cover karena kita akan masuk masa peak season, yaitu Ramadan dan Lebaran," kata Solihin.

Terkait operasional usaha, Solihin memastikan belum ada laporan penutupan toko atau pabrik akibat cuaca ekstrem. Dampak yang terjadi lebih kepada keterlambatan jam kedatangan karyawan maupun konsumen.

"Sejauh ini tidak ada laporan penutupan usaha karena cuaca. Aktivitas masih berjalan normal," katanya.

Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) itu juga menyebutkan, dari sisi distribusi, pelaku ritel juga dinilai cukup aman karena memiliki buffer stock di setiap gerai. Stok tersebut memungkinkan toko tetap beroperasi meski terjadi keterlambatan pengiriman akibat banjir atau kemacetan.

"Rata-rata ritel punya buffer stock yang bisa mencukupi sampai sekitar satu minggu. Jadi kalau satu hari tidak bisa kirim, stok masih bisa ter-cover," ujar Solihin.

Dengan kondisi tersebut, AMRT tetap optimistis membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2026. Tantangan justru diperkirakan muncul setelah periode Lebaran, ketika permintaan kembali normal dan jarak menuju musim puncak berikutnya masih cukup panjang.

"Untuk kuartal satu kami sangat optimistis. Setelah itu yang perlu dipikirkan bagaimana menjaga penjualan tetap stabil," pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE