ECONOMICS

Pengusaha Tahu Tempe Tertekan Biaya Produksi, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Permintaan

Tangguh Yudha 06/06/2026 19:57 WIB

Selain menjaga permintaan, pemerintah juga berupaya mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Pengusaha Tahu Tempe Tertekan Biaya Produksi, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Permintaan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah terus berupaya agar pelaku usaha, termasuk perajin tahu dan tempe, tetap dapat menjalankan usahanya di tengah tekanan biaya produksi. Caranya, dengan memastikan permintaan tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Purbaya saat merespons keluhan pedagang tahu dan tempe yang disebut mulai mengalami penyusutan keuntungan akibat berbagai tekanan ekonomi, termasuk imbas pergerakan nilai tukar rupiah.

"Kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli," kata dia di sela kunjungannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).

Selain menjaga permintaan, pemerintah juga berupaya mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Menurutnya, penguatan rupiah akan membantu menurunkan biaya produksi yang harus ditanggung para pelaku usaha.

"Terus yang kedua, kalau rupiah yang menguat kan, otomatis cost of production mereka turun. Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan," ujar dia.

Saat ditanya apakah pemerintah dapat memberikan jaminan atau insentif khusus bagi pedagang tahu dan tempe agar keuntungan mereka kembali meningkat, Purbaya mengatakan hal tersebut sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Dia optimistis upaya tersebut dapat dicapai melalui koordinasi yang lebih erat dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter.

"Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar kan. Tapi saya rasa akan berhasil. Dengan kerja sama yang lebih erat antara fiskal dan moneter," kata Purbaya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE