ECONOMICS

Perdagangan Global Diprediksi Tumbuh 3,9 Persen pada 2026 Berkat Investasi AI

Wahyu Dwi Anggoro 11/10/2026 07:15 WIB

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menaikkan perkiraan pertumbuhan perdagangan global untuk 2026.

Perdagangan Global Diprediksi Tumbuh 3,9 Persen pada 2026 Berkat Investasi AI. (Foto: Magnific)

IDXChannel -Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menaikkan perkiraan pertumbuhan perdagangan global untuk 2026, didorong oleh booming kecerdasan buatan (AI) yang mengimbangi dampak dari krisis di Timur Tengah.

Berkat adaptasi rantai pasokan dan lonjakan investasi AI, WTO kini memproyeksikan pertumbuhan volume perdagangan barang sebesar 3,9 persen tahun ini, naik tajam dari prediksi sebelumnya sebesar 1,9 persen.

WTO memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,1 persen tahun depan, naik dari 2,6 persen yang diprediksi tujuh bulan lalu.

Ekonomi global diperkirakan tumbuh sebesar 2,6 persen tahun ini dan 2,9 persen pada 2027.

"Angka-angka tersebut mencerminkan ketahanan perdagangan yang nyata," kata Kepala WTO Ngozi Okonjo-Iweala, dilansir dari CNA pada Minggu (11/10/2026).

"Ketika terjadi gangguan, ekonomi dunia yang terintegrasi dan sistem perdagangan berbasis aturan memberikan fleksibilitas kepada negara-negara untuk menjaga agar produk-produk penting tetap mengalir ke bisnis dan rumah tangga yang membutuhkannya. Meskipun demikian, tidak semua orang dapat mengakses peluang baru seperti AI," katanya.

WTO menyatakan bahwa meskipun gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz telah mengurangi pasokan energi dan menaikkan harga produk energi dan pupuk, sebagian besar perekonomian di luar kawasan Timur Tengah tetap tangguh.

Dikatakan bahwa rantai pasokan telah berhasil beradaptasi dengan gangguan di pasar energi, pupuk, dan transportasi yang disebabkan oleh perang di Iran.

Perdagangan barang tumbuh sebesar 3,5 persen pada paruh pertama 2026, melebihi ekspektasi WTO.

Ekspor minyak mentah global hanya turun sekitar enam persen, dan ekspor gas alam cair (LNG) turun satu persen.

Sementara itu, lalu lintas kontainer global justru meningkat sebesar 3,9 persen selama tujuh bulan pertama 2026.

Di sisi lain, permintaan produk terkait AI yang kuat mengimbangi dampak negatif dari konflik tersebut.

Peningkatan pengeluaran untuk chip semikonduktor, pusat data, dan infrastruktur digital meningkatkan permintaan produk terkait AI.

Perdagangan semikonduktor, server, dan peralatan penting lainnya untuk AI melonjak sebesar 67 persen dari tahun ke tahun pada paruh pertama 2026.

Kepala Ekonom WTO, Robert Staiger, mengatakan kepada wartawan bahwa organisasi tersebut terkejut bahwa konflik di Timur Tengah tidak mengurangi perdagangan sebanyak yang dikhawatirkan, dan juga terkejut dengan kuatnya booming investasi AI.

"Tetapi perlambatan dalam investasi AI dapat memicu perlambatan perdagangan," ia memperingatkan.

 Pengeluaran global untuk infrastruktur AI diperkirakan meningkat setidaknya 30 persen tahun ini. Pengeluaran modal AI diproyeksikan meningkat lebih lanjut sebesar 10 hingga 20 persen pada 2027.

(Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE