Perumnas Groundbreaking Proyek Rusun untuk MBR di Kemayoran, Harganya Mulai Rp417 Juta
Perum Perumnas resmi melakukan groundbreaking proyek hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi yang terletak di Pusat Kota Jakarta.
IDXChannel - Perum Perumnas resmi melakukan groundbreaking proyek hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi yang terletak di Pusat Kota Jakarta, tepatnya di Kemayoran. Rusun subsidi ini nantinya akan dijual untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan harga per unit mulai Rp417 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan, mengatakan proyek Samesta Alonia Jakarta akan membangun satu tower yang terdiri dari 609 unit hunian dengan tiga pilihan tipe. Seluruh unit ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai penerima rumah subsidi.
"Ini adalah tower hunian subsidi, persembahan Perumnas untuk ulang tahun Indonesia yang ke-81. Jadi kita sudah mempersiapkan ini untuk dibangun satu tower dengan jumlah 609 unit," ujarnya saat ditemui usai acara Groundbreaking di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Imelda Pohan menjelaskan calon pembeli merupakan masyarakat yang belum pernah memiliki rumah dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan untuk lajang dan Rp14 juta per bulan bagi yang telah berkeluarga.
Meski berstatus subsidi, Tower Alunia akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area komersial, ruang publik, konsep smart home, layanan internet dari Telkomsel, jaringan gas dari PGN, listrik dari PLN, hingga akses transportasi umum karena berada di dekat layanan Transjakarta.
"Harapannya, dengan kita bangun ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk memiliki hunian. Mereka bisa tinggal langsung di jantung Kota Jakarta," katanya.
Perumnas menargetkan pembangunan Tower Alunia rampung dalam waktu 18 bulan sehingga dapat mulai diserahterimakan pada 2028. Perumnas telah mengantongi sekitar 1.100 Nomor Urut Pemesanan (NUP). Seluruh calon pembeli telah menyetorkan uang pemesanan sebesar Rp1 juta dan menjalani proses seleksi awal oleh Bank BTN.
Dari sisi harga, Imelda menyebut unit satu kamar tidur seluas 30 meter persegi dipasarkan dengan harga sekitar Rp417 juta hingga Rp527 juta sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait batasan harga jual rumah subsidi.
Menurutnya, harga tersebut dapat diwujudkan karena proyek dibangun di atas lahan milik Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang diberikan dengan harga sekitar Rp1 juta per meter persegi.
"Bayangkan, di Jakarta sudah tidak ada lagi tanah Rp1 juta per meter. Jadi ini adalah intervensi pemerintah agar kita bisa menyediakan hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mengatakan proyek Tower Alunia menjadi contoh bahwa penyediaan rumah terjangkau di perkotaan hanya dapat dilakukan apabila pemerintah menyediakan lahan dengan harga murah.
Menurut Fahri, harga tanah yang rendah membuat harga jual rumah dapat ditekan sehingga lebih banyak masyarakat mampu memiliki hunian di pusat kota.
"Kalau kita mau menjalankan amanat Bapak Presiden, maka perumahan rakyat itu harus dibangun di atas tanah yang harganya murah atau bahkan bisa dinolkan," ujar Fahri.
Dia menambahkan konsep tersebut akan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan rumah rakyat melalui program 3 juta rumah, sekaligus memperluas penyediaan hunian vertikal di kawasan strategis dan terintegrasi dengan transportasi massal.
(NIA DEVIYANA)