ECONOMICS

PGEO Ungkap Kondisi PLTP Lahendong Pasca Gempa M 7,6 Guncang Sulut

Dhera Arizona Pratiwi 04/04/2026 03:03 WIB

Di saat yang bersamaan, PGE juga melakukan monitoring menyeluruh terhadap kondisi operasional, aset, serta keselamatan pekerja dan lingkungan.

PGEO Ungkap Kondisi PLTP Lahendong Pasca Gempa M 7,6 Guncang Sulut. (Foto Istimewa)

IDXChannel – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Lahendong menyatakan segera melakukan prosedur tanggap darurat usai gempa bumi M 7,3 mengguncang wilayah Manado-Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026), pukul 06.48 WITA.

Di saat yang bersamaan, PGE juga melakukan monitoring menyeluruh terhadap kondisi operasional, aset, serta keselamatan pekerja dan lingkungan.

General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono mengatakan, seluruh fasilitas operasional telah melalui pengecekan menyeluruh dan dipastikan berada dalam kondisi aman serta terkendali pasca kejadian gempa bumi tersebut.

“Dari sisi operasional, seluruh unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong (Unit 1-6) tetap beroperasi secara stabil. Selain itu, dari aspek lingkungan, tidak terdapat indikasi gangguan maupun dampak signifikan akibat kejadian gempa. Seluruh sistem pengamanan lingkungan dan operasional tetap berjalan sesuai standar yang berlaku,” katanya dalam pernyataan resmi, Jumat (3/4/2026).

Dari aspek keselamatan pekerja dan sosial, seluruh pekerja PGE Area Lahendong dalam kondisi aman. PGE juga terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat serta memonitor kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan, perseroan tetap bekerja optimal dalam menjaga keandalan operasional pasokan uap dan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“PGE Area Lahendong akan terus melakukan pemantauan secara intensif, memastikan keandalan operasi, serta menjaga keselamatan seluruh pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi pasca gempa ini,” ujar Novi.

Listrik berbasis energi bersih dari panas bumi yang dihasilkan PGE Area Lahendong menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Saat ini, PLTP PGE Area Lahendong mampu menghasilkan listrik sebesar 120 megawatt (MW), yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap kebutuhan listrik masyarakat di sekitar area tersebut. Hingga akhir Desember 2025, PLTP Lahendong telah menghasilkan sekitar 849 gigawatt-hour (GWh) listrik.

(Dhera Arizona)

SHARE