PLTS Atap Mulia Industri Resmi Beroperasi, Bukti Sektor Manufaktur Siap Transisi Energi
Pembangunan PLTS Atap 22,5 MW di Mulia Industri menjadi bukti kesiapan sektor industri mendukung transisi energi nasional.
IDXChannel - Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 22,5 megawatt (MW) di fasilitas PT Mulia Keramik Indah Raya dan PT Mulia Glass menjadi bukti kesiapan sektor industri mendukung transisi energi nasional.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, mengatakan langkah tersebut menunjukkan dunia usaha mulai bergerak memanfaatkan energi baru terbarukan sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi sektor manufaktur.
“Kehadiran PLTS atap berkapasitas 22,5 MW di PT Mulia Keramik Indah Raya dan PT Mulia Glass serta didukung oleh PT Xurya Daya Indonesia ini merupakan bukti nyata kesiapan sektor industri dalam transisi energi nasional,” ujar Emmy dalam acara peresmian PLTS Atap terbesar di Indonesia PT Muliaglass, PT Mulia Keramik Indahraya dan Xurya di Cikarang, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, pemerintah menargetkan sektor industri manufaktur dapat mencapai net zero emission (NZE) pada 2050, lebih cepat dari target nasional 2060. Untuk itu, dukungan pelaku industri melalui penggunaan energi bersih menjadi faktor penting dalam percepatan pencapaian target tersebut.
Emmy menjelaskan, implementasi PLTS atap di kawasan industri juga sejalan dengan strategi dekarbonisasi Kemenperin, antara lain peningkatan efisiensi energi, elektrifikasi proses industri, penggunaan energi terbarukan, hingga pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Selain menekan emisi karbon, penggunaan PLTS atap juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan. Menurutnya, faktor penghematan biaya akan menjadi pendorong utama semakin banyak industri beralih ke energi hijau.
“Kalau terbukti dengan pemasangan PLTS atap ini bisa memberikan cost saving dan cukup signifikan jumlahnya, percayalah industri lain akan berbondong-bondong ke arah sana,” katanya.
Ia menambahkan, tren pasar global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan juga menjadi momentum bagi industri nasional untuk mempercepat penggunaan energi bersih agar daya saing ekspor tetap terjaga.
Kemenperin berharap kolaborasi PT Mulia Industrindo Tbk dan Xurya Daya Indonesia tersebut dapat menjadi contoh bagi sektor industri lainnya dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan industri hijau di Indonesia. Adapun PT Xurya Daya Indonesia merupakan penyedia PLTS atap tersebut.
(Febrina Ratna Iskana)