sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Tetapkan Kuota PLTS Atap untuk Periode 2024–2028, Berikut Rinciannya

Economics editor Atikah Umiyani/MPI
04/06/2024 23:30 WIB
Kementerian ESDM resmi menetapkan kuota pengembangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap PLN periode 2024 sampai dengan 2028. 
Pemerintah Tetapkan Kuota PLTS Atap untuk Periode 2024–2028, Berikut Rinciannya. Foto: MNC Media.
Pemerintah Tetapkan Kuota PLTS Atap untuk Periode 2024–2028, Berikut Rinciannya. Foto: MNC Media.

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan kuota pengembangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) periode 2024 sampai dengan 2028. 

Hal itu tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan tentang Kuota Pengembangan Sistem PLTS Atap PT PLN (Persero) 2024 sampai dengan 2028. 

Dalam dokumen tersebut diketahui bahwa besaran kuota yang ditetapkan mengalami kenaikan setiap tahun, di mana kuota pada 2024 mencapai 901 megawatt (MW), 1.004 MW pada 2025, 1.065 MW pada 2026, 1.183 MW pada 2027 dan 1.593 MW pada 2028. 

"PT PLN (Persero) agar menyusun kuota pengembangan sistem PLTS atap berdasarkan clustering dengan mengacu pada kuota PLTS atap PLN 2024–2028," demikian tertulis dalam Diktum Kedua beleid tersebut, dikutip Selasa (4/6/2024). 

PLN diwajibkan melaporkan kuota pengembangan sistem PLTS atap berdasarkan clustering kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi. 

Selain itu, PLN juga wajib mempublikasikan kuota pengembangan sistem PLTS atap berdasarkan clustering melalui laman, aplikasi, dan/atau media sosial PT PLN (Persero).

Kedua kewajiban tersebut wajib dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 10 hari kerja sejak keputusan Direktur Jenderal ini ditetapkan pada Kamis (27/6/2024). 

Selain itu, apabila diperlukan, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dapat memerintahkan PT PLN (Persero) untuk mengubah kuota pengembangan sistem PLTS atap dan PT PLN (Persero) wajib menyampaikan perubahannya kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Berikut kuota PLTS atap untuk periode 2024-2028: 

Sumatra 
2024: 35 MW 
2025: 45 MW 
2026: 60 MW 
2027: 70 MW 
2028: 80 MW 

Kalimantan Barat 
2024: 7,1 MW 
2025: 9,8 MW 
2026: 16,4 MW 
2027: 17,2 MW 
2028: 18,5 MW

Kalimantan Selatan, Tenggara dan Timur (Kalseltengtim) 
2024: 22,1 MW 
2025: 34 MW 
2026: 58,7 MW 
2027: 62,8 MW 
2028: 68,3 MW

Kalimantan Utara 
2024: 0,8 MW 
2025: 1,1 MW 
2026: 1,9 MW
2027: 2,0 MW 
2028: 2,2 MW 

Jawa Madura Bali 
2024: 825 MW 
2025: 900 MW 
2026: 910 MW 
2027: 1.010 MW 
2028: 1.400 MW

Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) 
2024: 0,2 MW 
2025: 0,4 MW 
2026: 0,6 MW 
2027: 0,8 MW 
2028: 1,0 MW 

Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) 
2024: 8 MW 
2025: 10 MW 
2026: 12 MW 
2027: 14 MW 
2028: 16 MW

Maluku dan Maluku Utara 
2024: 0,7 MW 
2025: 1 MW 
2026: 1,2 MW 
2027: 1,4 MW 
2028: 1,7 MW 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement