Prospek Permintaan Emas Dalam Negeri Dinilai Masih Positif Meski Krisis Geopolitik Memanas
Prospek permintaan emas masih positif untuk jangka menengah di tengah krisis geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel versu Iran.
IDXChannel - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Ferry Irawan menilai prospek permintaan emas masih positif untuk jangka menengah di tengah krisis geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel versu Iran.
Dia megatakan dinamika geopolitik global tentu akan memengaruhi kinerja perdagangan industri perhiasan, di mana tekanan tersebut sudah tercermin pada terhambatnya ekspor ke Dubai sebagai salah satu pasar utama.
Kendati demikian, budaya menabung dan berinvestasi emas di Indonesia telah mengakar kuat, serupa dengan di India.
“Sehingga mereka (pengusaha) optimistis permintaan akan kembali membaik seiring dengan normalisasi kondisi pasar,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), Senin (6/4/2026).
Eddy juga menekankan pentingnya penguatan sisi pasokan dalam negeri melalui pengembangan kegiatan usaha bullion sehingga dapat mendukung ketersediaan bahan baku emas yang lebih efisien dan kompetitif bagi industri.
Dia pun menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem emas nasional secara terintegrasi.
“Pemerintah akan terus mengkonsolidasikan kesinambungan hulu hingga hilir, sehingga daya saing ekosistem emas secara keseluruhan dapat terus kita tingkatkan,” kata Ferry.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT UBS sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan Pemerintah, termasuk implementasi Bea Keluar emas yang dinilai memberikan dukungan terhadap penguatan industri dalam negeri.
APPI juga menyampaikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah, khususnya dalam rangka penyempurnaan kebijakan perpajakan dan penguatan struktur pasar emas domestik.
(NIA DEVIYANA)