ECONOMICS

Prototipe SPKLU Truk Listrik Akan Dibangun di Rest Area KM 88 Tol Cipularang

Nur Ichsan Yuniarto 24/07/2026 08:32 WIB

Dengan kehadiran SPKLU untuk memotivasi para pelaku industri dan usaha untuk lebih percaya diri.

Prototipe SPKLU Truk Listrik Akan Dibangun di Rest Area KM 88 Tol Cipularang

IDXChannel - Prototipe Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk truk listrik akan dibuat di rest area KM 88 Tol Cipularang.

SPKLU itu akan dibangun oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di beberapa rest area jalan tol.

"Di rest area KM 88 Tol Cipularang itu akan dicoba dibuat SPKLU untuk truk. Itu sebagai prototipe," kata Anggota BPJT Sony Sulaksono, Jumat (24/7/2026).

Dia berharap dengan kehadiran SPKLU untuk memotivasi (trigger) para pelaku industri dan usaha untuk lebih percaya diri serta mau menggunakan truk listrik di jalan-jalan Indonesia, mengingat SPKLU-nya sudah mulai tersedia.

"SPKLU untuk truk listrik dengan SPKLU yang buat mobil biasa sebenarnya hanya masalah dayanya saja dan juga mungkin ruang (space) buat manuver truk. Jadi sebenarnya tidak terlalu sulit secara teknologi, hanya masalah daya dan ruang untuk manuver," katanya.

Kemenhub mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan rendah emisi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Robby Kurniawan mengatakan, upaya ini dilakukan melalui pengembangan Green Logistics Corridor sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional.

Robby menegaskan sektor angkutan barang merupakan tulang punggung distribusi nasional sekaligus salah satu penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi.

Oleh karena itu, transformasi menuju Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (ZEHDV) tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan kebijakan, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan transformasi kendaraan berat tanpa emisi tidak sekadar mengganti mesin diesel menjadi listrik, melainkan membangun sistem logistik nasional yang efisien, berdaya saing, memperkuat ketahanan energi, dan berkelanjutan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE