ECONOMICS

Purbaya Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi, DPR: Menkeu Harus Hati-Hati Ambil Keputusan

Achmad Al Fiqri 10/03/2026 07:45 WIB

Kholid mengingatkan Purbaya agar berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Purbaya Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi, DPR: Menkeu Harus Hati-Hati Ambil Keputusan. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menyoroti langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, menyusul meningkatnya tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan harga minyak dunia.

Kholid mengingatkan Purbaya agar berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sebab, keputusan untuk menaikkan harga BBM subsidi akan berdampak pada kenaikan harga pangan.

"Menkeu harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan harga-harga di berbagai sektor lainnya," ujar Kholid kepada wartawan, Jakarta, dikutip Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga pangan bakal memukul daya beli masyarakat. Padahal, kata dia, mayoritas sumber pertumbuhan berada di konsumsi masyarakat.

"Kalau daya beli tertekan makan pertumbuhan ekonomi juga terdampak," katanya.

Meski demikian, Kholid menyarankan Purbaya untuk meninjau ulang pos anggaran lainnya. Sebab, Purbaya masih bisa untuk menekan sejumlah program pemerintah lainnya.

"Sebaiknya Menkeu meninjau ulang postur anggaran APBN lainnya yang masih memungkinkan dilakukan efisiensi dan realokasi, beliau bisa melakukan adjustment terkait program-program pemerintah yang masih bisa diefisiensikan atau direalokasi," ujarnya.

"Pak Menkeu pernah sampaikan akan meninjau ulang terkait alokasi anggaran MBG dan KDMP. Apakah masih memungkinkan dievaluasi? Jika masih, mungkin bisa menjadi opsi. Tentu harus dihitung secara cermat, matang dan hati hati," ujar dia.

Sebagai informasi, pemerintah mulai membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi menyusul meningkatnya tekanan pada APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk mengukur dampak fluktuasi harga minyak mentah global terhadap kondisi fiskal nasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko pelebaran defisit anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, jika harga minyak mentah dunia mencapai rata-rata USD92 per barel, tekanan terhadap defisit anggaran negara akan semakin besar.

“Kalau harga minyak naik ke USD92 per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa Bersama Menteri Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

(Dhera Arizona)

SHARE