ECONOMICS

Purbaya Sebut Ekspansi Ekonomi Indonesia Bakal Bertahan hingga 2033

Anggie Ariesta 15/02/2026 08:14 WIB

Pemerintah optimistis pemulihan ekonomi terus berjalan sesuai jalur (on track) dan akan terus bertahan dalam fase ekspansi hingga 2033.

Pemerintah optimistis pemulihan ekonomi terus berjalan sesuai jalur dan akan terus bertahan dalam fase ekspansi hingga 2033. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Pemerintah optimistis fase pemulihan ekonomi terus berjalan sesuai jalur (on track). Setelah ekonomi pulih, perekonomian diyakini akan terus menguat hingga beberapa tahun ke depan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, Indonesia memiliki peluang besar untuk menikmati masa keemasan ekonomi dalam jangka panjang. Menurutnya, fase ekspansi ekonomi yang dimulai pascapandemi Covid-19 pada tahun 2023 berpotensi terus berlanjut hingga sepuluh tahun ke depan, yakni hingga tahun 2033.

Purbaya menjelaskan, meskipun secara historis siklus ekspansi bisnis di Indonesia biasanya hanya bertahan sekitar tujuh tahun, intervensi kebijakan yang tepat dapat memperpanjang napas pertumbuhan tersebut.

"Siklus bisnis perekonomian Indonesia hanya sekitar 7 tahun ekspansi. Tapi kalau kita (kebijakannya tepat) ekspansinya bisa 10 tahun," kata Purbaya dikutip Minggu (15/2/2026).

Ketua LPS periode 2020-2025 itu menilai pola pertumbuhan saat ini berada pada jalur yang kuat. Jika siklus berjalan normal, masa ekspansi setidaknya akan bertahan hingga 2030, namun pemerintah berupaya maksimal agar tren positif ini mencapai puncaknya di 2033.

"Sekarang ekspansinya seperti apa itu seperti takdir, itu bola kristal yang biasanya akurat ya biasanya mau tumbuhnya berapa nanti kita pikirkan ke depan," kata dia.

Meski fokus mendorong pertumbuhan secara optimal, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan gegabah. Jika laju pertumbuhan menyentuh angka 7 persen, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari risiko ekonomi yang terlalu panas (overheating).

“Nanti kalau sudah 7 persen tentu ada strategi untuk mengubah struktur perekonomian. Sekarang belum dijalankan sekarang (kami) mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal," katanya.

Di tengah ambisi pertumbuhan tersebut, Purbaya memastikan pemerintah tetap memegang teguh prinsip disiplin fiskal dengan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dia meyakini bahwa pertumbuhan tinggi tidak selalu berarti harus menambah beban utang secara berlebihan.

Dia mengambil contoh keberhasilan masa lalu di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, namun rasio utang justru melandai karena sektor swasta berperan aktif sebagai motor penggerak utama.

“Kalau sektor swasta bergerak kuat, utang bisa tetap terkendali, bahkan turun, sementara ekonomi tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Strategi ke depan akan mengandalkan kolaborasi dua mesin utama, yakni efektivitas belanja pemerintah dan penguatan ekspansi sektor swasta untuk mencapai target ekonomi nasional tanpa mengguncang stabilitas fiskal.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE