Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu
Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif.
IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas kredit bunga rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.
"Saya panggil perusahaan-perusahaan tekstil, sepatu, dan lain-lain yang membutuhkan peremajaan mesin, akan saya kasih bunga rendah lewat program LPEI. Nanti saya tanyakan ke Kementerian Perindustrian, perusahaan mana saja yang butuh itu," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (5/5/2026).
Purbaya menekankan pentingnya peran sektor swasta yang berkontribusi hingga 90 persen terhadap perekonomian nasional. Sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen mengintensifkan strategi pertumbuhan yang digerakkan oleh swasta melalui berbagai insentif dan kemudahan akses permodalan.
"Jadi kita akan hidupkan betul-betul sektor swasta juga. Ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, nanti swasta akan hidup juga," kata Purbaya.
Purbaya memastikan bahwa likuiditas di sistem keuangan nasional saat ini dalam kondisi sangat memadai. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (base money) yang mencapai 18 persen pada April.
Dengan ketersediaan dana tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan kredit akan merangkak naik menuju target 15 persen.
Berdasarkan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61 persen, Purbaya optimisis penguatan sektor swasta yang konsisten akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi ke level 6 persen secara bertahap.
“Kita masih dalam fase ekspansi dan akselerasi. Tantangan ada, tapi terus kita perbaiki,” kata Purbaya.
(NIA DEVIYANA)