IDXChannel - Kinerja ekspor industri padat karya dalam negeri terkerek setelah adanya injeksi permodalan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Industri tekstil menjadi salah satu yang terdampak positif, bahkan meningkatkan neraca ekspor sampai dua digit.
Satu di antara debitur LPEI, yakni PT Mitra Saruta Indonesia, yang mendapat kenaikan pendapatan dari perbaikan kinerja ekspor dalam 10 tahun belakangan. Pinjaman yang mengalir sampai ratusan miliar ke pabrik tekstil berbasis di Nganjuk, Jawa Timur ini.
"Di atas Rp100 miliar pastinya. Naik double digit (jumlah ekspor)," kata Direktur PT Mitra Saruta Indonesia, Yanto Andrian saat media briefing di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).
Dana ratusan miliar ditujukan untuk segala belanja modal demi mendukung ekspor produk yang bahan bakunya berasal dari material daur ulang. Ada mesin produksi yang diremajakan hingga perbaikan infrastruktur.
Setiap bahan baku daur ulang, lanjut Yanto, pabrikan menghasilkan produk jadi seperti sarung tangan. Produk itu kemudian diekspor ke negara Asia, seperti Jepang dan Rusia. Ekspor ini sudah berlangsung selama 30 tahun.