IDXChannel - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis akibat keterbatasan anggaran berpotensi memicu inflasi di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Terputusnya jalur distribusi logistik dikhawatirkan menyebabkan kelangkaan barang kebutuhan pokok sekaligus mendorong kenaikan harga di daerah yang bergantung pada layanan transportasi bersubsidi tersebut.
Dewan Penasehat MTI Djoko Setijowarno mengatakan, dampak paling nyata dari berhentinya angkutan penyeberangan perintis adalah tersendatnya pasokan barang ke pulau-pulau kecil.
Menurutnya, kapal perintis selama ini menjadi tulang punggung distribusi kebutuhan pokok, bahan bangunan, hingga bahan bakar minyak ke wilayah yang belum memiliki layanan penyeberangan komersial. Ketika operasional kapal dihentikan, masyarakat tidak hanya kehilangan akses transportasi, tetapi juga menghadapi risiko lonjakan harga barang.