IDXChannel – Ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, meski pemulihan masih berjalan tidak merata.
Aktivitas manufaktur cenderung stabil, sementara inflasi meningkat dan surplus perdagangan yang kembali tercatat masih terlalu tipis untuk memperkuat ketahanan eksternal.
Ekonom BCA Sekuritas Felix Darmawan dalam riset yang terbit 2 September 2026 menilai kondisi domestik mulai menemukan titik pijakan.
Namun, sejumlah risiko eksternal masih perlu diwaspadai, terutama tekanan harga energi, kenaikan imbal hasil obligasi global, serta potensi tekanan terhadap aliran modal.
Dari sektor manufaktur, Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia turun tipis menjadi 49,8 pada Agustus 2026 dari 50,2 pada Juli. Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada di zona kontraksi.