Kenaikan harga pangan yang persisten dan menguatnya inflasi inti mengindikasikan kondisi permintaan serta penetapan harga di dalam negeri masih cukup kuat. Risiko pasokan akibat El Niño juga berpotensi membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama.
Kondisi tersebut dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), meski inflasi masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.
Peluang Kenaikan Suku Bunga
Dengan berbagai perkembangan tersebut, BCA Sekuritas memilih mempertahankan sikap wait and see terhadap prospek kebijakan moneter, terutama sembari menunggu kejelasan mengenai kepemimpinan Bank Indonesia (BI) berikutnya.
BCA Sekuritas menilai kondisi saat ini belum membutuhkan kenaikan suku bunga secara langsung. Namun, peluang satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin tetap terbuka pada 2026.
Jika terealisasi, suku bunga acuan berpotensi naik hingga 6,00 persen, terutama apabila tekanan eksternal kembali meningkat akibat lonjakan harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi global, maupun penguatan tekanan terhadap arus modal.