Pelemahan tersebut terutama disebabkan kembali turunnya output dan penyerapan tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi permintaan yang lemah, persaingan yang semakin ketat, serta biaya produksi yang relatif tinggi.
Meski demikian, terdapat sejumlah sinyal awal perbaikan. Pesanan baru tercatat tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, sementara aktivitas pembelian relatif stabil.
Persediaan bahan baku juga meningkat karena perusahaan mulai mengantisipasi potensi kenaikan biaya.
Tekanan inflasi dari sisi input maupun output memang telah mereda dibandingkan level tertinggi sebelumnya.
Namun, keduanya masih berada pada level historis yang tinggi sehingga tetap menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan keputusan produksi.