sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemangkasan Anggaran Angkutan Penyeberangan Perintis Berpotensi Picu Inflasi di Wilayah 3T

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
21/07/2026 03:03 WIB
MTI mengingatkan penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis akibat keterbatasan anggaran berpotensi memicu inflasi di wilayah 3T.
Pemangkasan Anggaran Angkutan Penyeberangan Perintis Berpotensi Picu Inflasi di Wilayah 3T. (Foto Istimewa)
Pemangkasan Anggaran Angkutan Penyeberangan Perintis Berpotensi Picu Inflasi di Wilayah 3T. (Foto Istimewa)

"Alternatif pengiriman menggunakan kapal swasta membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal. Akibatnya, kelangkaan barang sulit dihindari dan harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat sehingga membebani masyarakat," kata Djoko melalui pernyataan tertulis, Senin (20/7/2026).

Dia menjelaskan, penghentian operasional penyeberangan perintis telah terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai Juli 2026 setelah anggaran operasional hanya tersedia hingga Juni. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang sebelumnya mengoperasikan 23 lintasan penyeberangan dengan sembilan kapal untuk melayani konektivitas antarpulau di wilayah tersebut.

Djoko menilai dampak ekonomi dari terhentinya layanan itu tidak berhenti pada kenaikan harga barang. Komoditas pertanian, hasil perikanan, dan produk usaha mikro masyarakat di pulau-pulau kecil juga kesulitan dipasarkan ke luar daerah karena terputusnya akses transportasi.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat masyarakat menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi pendapatan menurun karena hasil produksi tidak dapat dipasarkan, sementara di sisi lain biaya hidup meningkat akibat mahalnya pasokan logistik yang masuk ke daerah.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement