IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan layanan angkutan perintis tetap beroperasi hingga akhir 2026 dengan mengalokasikan anggaran Rp161,2 miliar untuk penyelenggaraan 313 trayek angkutan jalan perintis yang tersebar di 32 provinsi.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga konektivitas wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terpencil (3TP) sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan pemerintah berkomitmen mempertahankan layanan angkutan perintis sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat di daerah yang belum terlayani angkutan komersial.
"Layanan angkutan perintis merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi terjangkau bagi masyarakat, terutama di wilayah 3TP. Kami memastikan seluruh layanan keperintisan tetap berjalan di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun," kata Aan dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026).
Aan menjabarkan, pada 2026 layanan angkutan jalan perintis dioperasikan melalui 313 trayek yang didukung 640 unit bus. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Selain angkutan jalan, Kemenhub juga mengoperasikan layanan angkutan penyeberangan perintis untuk menghubungkan pulau-pulau yang belum memiliki layanan penyeberangan komersial. Tahun ini, pemerintah menetapkan 265 lintasan penyeberangan perintis di 24 provinsi dengan dukungan 101 kapal.
Aan menilai keberadaan layanan penyeberangan perintis menjadi bagian penting dalam menjaga aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus memperlancar distribusi barang dan kebutuhan pokok.