"Jadi peran LPEI yang selama ini sudah 10 tahun lebih membantu kami yang termasuk sektor padat karya dan modal. Jadi, kami bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan market yang lebih kompetitif dan agresif untuk ekspor," tutur Yanto.
Dalam momen sama, Kepala Divisi Penugasan Khusus dan Strategi LPEI Berlianto Wibowo, mengatakan setiap anggaran pinjaman yang dikeluarkan untuk kalangan industri merupakan bentuk komitmen negara membersamai pengembangan bisnis, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Berlianto menitikberatkan industri pengelolaan seperti tekstil yang berdaya ekspor menjadi nilai ekonomi yang prospektif. Dari ekspor, ada cadangan devisa yang didapat.
"Di sinilah peran LPEI Sebagai salah satu kepanjangan tangan dari pemerintah dalam hal memberikan support pembiayaan ekspor nasional. Nah ini kami berikan kepada pelaku ekspor yang memang sudah siap berkembang, salah satunya PT Mitra Saruta," kata Berlianto.
Berlianto mengatakan injeksi modal ditujukan pula untuk pabrikan meluaskan pasar ekspor. Jika biasanya pabrikan milik Yanto hanya dapat menyuplai barangnya ke dua negara, maka ke depan mesti diversifikasi pasar.