sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Peternakan Sapi Berskala Raksasa di Brebes Milik Grup Djarum Mulai Dibangun

Economics editor Tangguh Yudha
20/07/2026 14:20 WIB
PT Global Dairi Bersama, entitas usaha Savoria Group resmi membangun peternakan sapi perah berskala raksasa (megafarm) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
PT Global Dairi Bersama resmi membangun peternakan sapi perah berskala raksasa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Foto: iNews Media/Tangguh Yudha)
PT Global Dairi Bersama resmi membangun peternakan sapi perah berskala raksasa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Foto: iNews Media/Tangguh Yudha)

IDXChannel - Grup Djarum melalui PT Global Dairi Bersama, entitas usaha Savoria Group resmi membangun peternakan sapi perah berskala raksasa (megafarm) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Peternakan sapi tersebut berdiri di atas lahan seluas 710 hektare (ha) dan diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 180 ribu ton susu sapi per tahun.

CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking), Senin (20/7/2026) menjelaskan, proyek ini akan menggunakan skema kemitraan dengan 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak. Selain itu, perusahaan juga akan bekerja sama dalam penggemukan untuk 7.000 ekor sapi jantan per tahun dengan bermitra dengan 1.000-2.000 peternak sapi perah.

“Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kuat kami untuk berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif,” ujar Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengajak investor dalam dan luar negeri memperkuat industri persusuan nasional. Menurutnya, Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang hingga kini masih didominasi impor.

“Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas. Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada,” katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement