IDXChannel - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada dalam tekanan setelah terkoreksi tajam dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BBCA ditutup merosot 6,45 persen ke level Rp5.075 per unit pada Jumat (5/6/2026), sekaligus menjadi posisi terendah sejak Mei 2020.
Dalam sepekan, kinerja saham BBCA turun tajam hampir 11 persen, tepatnya 10,96 persen.
Tekanan jual juga masih datang dari investor asing. Pada perdagangan Jumat, asing membukukan net sell Rp1,10 triliun di pasar reguler.
Dalam sepekan, jual bersih asing mencapai Rp2,29 triliun, sementara dalam satu bulan terakhir mencapai Rp5,87 triliun.