Namun, peluang pembalikan tren masih terbatas. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistansi Rp5.700-Rp6.000, tren penurunan dinilai masih mendominasi pergerakan saham BBCA.
Di tengah tekanan harga saham, fundamental perseroan tetap terjaga. BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp14,68 triliun pada kuartal I-2026, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pandangan analis terhadap prospek jangka menengah hingga panjang BBCA juga masih relatif positif.
Mengutip Stockbit Sekuritas, dari 37 analis yang meliput BBCA, sebanyak 35 analis memberikan rekomendasi buy dan dua analis merekomendasikan hold.
Rata-rata target harga berada di level Rp8.827 per unit, dengan target tertinggi Rp10.900 dan target terendah Rp5.500 per unit.