Sejak awal tahun 2026, investor asing telah melepas saham milik Grup Djarum tersebut senilai Rp32,44 triliun.
Angka tersebut menjadi yang terbesar di Bursa Efek Indonesia, melampaui saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net sell Rp10,88 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp9,30 triliun secara YtD.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (5/6), secara teknikal BBCA masih berada dalam tren bearish setelah mengonfirmasi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.
Tekanan jual dinilai masih dominan, terlihat dari peningkatan volume saat harga turun, sementara indikator MACD masih bergerak di area negatif.
Meski demikian, saham BBCA kini mulai mendekati area support kuat di kisaran Rp4.775 hingga Rp4.100 per unit. Zona tersebut dinilai berpotensi menjadi area pembentukan support apabila tekanan jual mulai mereda.