Purbaya Soroti Biaya Logistik Udara, Kemenhub Diminta Kaji Insentif Pajak InJourney
Purbaya menegaskan pentingnya efisiensi dan pengendalian biaya logistik udara guna menjaga kestabilan inflasi nasional serta kelancaran arus barang antarpulau.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya efisiensi dan pengendalian biaya logistik udara guna menjaga kestabilan inflasi nasional serta kelancaran arus barang antarpulau.
Purbaya mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mempercepat penerbitan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) baru demi menciptakan kepastian standar pelayanan di bandara.
"Ya nggak tuntas, tapi sebagian kan (Kementerian) Perhubungan akan mempercepat proses-proses pembuatan peraturan menteri perhubungan sehingga servis di bandara nanti clear seperti apa, sehingga nggak ada pertanyaan lagi," ujar Purbaya usai sidang de-bottlenecking yang membahas keluhan sektor logistik di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Purbaya menyoroti perlunya membuka iklim kompetisi di sektor layanan bandara agar struktur tarif tetap terkendali tanpa mengabaikan aspek keamanan penerbangan.
Ia juga mengungkapkan sempat meminta InJourney selaku BUMN pengelola jasa kebandarudaraan untuk menunda penyesuaian tarif tertentu, meski pihak pengelola memiliki pertimbangan lain.
Purbaya mengisyaratkan bakal menggunakan wewenang fiskal jika efisiensi tarif tidak diindahkan.
"Saya sih ngarepinnya ada kompetisi yang lebih terbuka sehingga harganya lebih terkendali tadi untuk keamanan dan apalah tadi, satu tadi. Tadi kan kita coba minta rayu sedikit siapa, apa namanya? InJourney untuk menunda, tapi dia nggak mau kayaknya. Yaudah, kita bisa aja pajaknya ntar gimana dia," kata Purbaya.
Adapun Purbaya mengaitkan polemik ini dengan keluhan para pelaku usaha jasa ekspedisi yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo).
"Harusnya sih ini penting karena salah satu proses untuk mengendalikan biaya logistik. Apalagi kita banyak antar pulau kan, kalau nggak kan seperti yang dibilang tadi oleh anggota Asperindo, transportasi barang antar pulau jadi mahal. Apalagi nanti kalau nggak terkendali, biayanya kalau satu naik nggak dikendalikan, yang lain akan ikut naik jadi biaya logistiknya semakin mahal," jelasnya.
Menurutnya, lonjakan biaya di satu titik bandara dapat memicu efek domino terhadap biaya logistik secara keseluruhan.
"Jadi kita coba mengendalikan biaya logistik dengan kebijakan yang pas supaya arus barang lebih baik di sini sehingga inflasi juga bisa dikendalikan," tutup Purbaya.
Pelaksanaan sidang de-bottlenecking ini berakar dari maraknya pengaduan pelaku industri logistik terkait munculnya berbagai komponen biaya tambahan (additional surcharge) di bandara.
Selain itu, para penyedia jasa pengiriman mengeluhkan ketidakseragaman skema kalkulasi berat volumetrik antarmaskapai penerbangan.
Formulasi rumus yang berbeda-beda tersebut berujung pada tingginya biaya pengiriman barang lewat jalur udara, sehingga membebani efisiensi rantai pasok nasional. (Febrina Ratna Iskana)