Purbaya Tegaskan Konflik Iran-AS Tak Ganggu Keuangan Indonesia, Defisit APBN Terkendali
Purbaya mengatakan perang yang terjadi di Iran tak akan mengganggu keuangan Indonesia. Dia optimistis defisit APBN masih bisa dikendalikan oleh pemerintah.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perang yang terjadi di Iran tak akan mengganggu keuangan Indonesia. Purbaya juga meyakini Indonesia masih bisa mengendalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya tak menampik dampak perang memang akan terasa di Indonesia. Adapun jalur transmisi dampak ini akan paling berpengaruh terkait ekspor dan impor.
"Kan channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah ke USD80, saya hitung sampai USD92 pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tidak masalah," jelas Purbaya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Saat ditanya soal kekhawatiran terhadap dampak lanjutan, ia menegaskan pemerintah tidak melihat adanya risiko signifikan.
"Enggak. Kita bisa adjust, kita bisa atur," tambah Purbaya.
Purbaya menjelaskan, skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah kenaikan harga impor yang berpotensi menekan defisit anggaran. Namun, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengumpulan pajak.
"Kalau impor makin parah kan, harganya mahal, mungkin akan menekan defisit. Kita pastikan saja pertama, tax collection kita, pengumpulan pajak kita dan cukai enggak ada yg bocor," kata Purbaya.
"Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan," sambungnya.
Ia juga menanggapi soal stok energi yang sebelumnya disinggung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurutnya, asumsi pasokan selama 20 hari hanya berlaku jika tidak ada suplai sama sekali.
"Kan itu harga setahun kan, kalau kita belinya setahun. Yang 20 hari itu kalau enggak ada supply sama sekali, berantakan. Tapi biasanya enggak seperti itu. Kita pasti dapat suplai, mungkin harganya lebih tinggi," ucapnya.
Purbaya kembali menegaskan bahwa dengan asumsi harga minyak yang telah diperhitungkan, defisit anggaran masih bisa dikendalikan.
"Saya bisa hitung dengan asumsi tadi, kita masih bisa kendalikan defisit kita. Kita masih bisa atur, enggak masalah," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)