Purbaya Ungkap Administrasi Restrukturisasi Whoosh Lambat Demi Pastikan Aspek Legal
Purbaya mengungkapkan restrukturisasi proyek Kereta Cepat Whoosh telah mencapai titik temu. Namun, masih dalam administrasi untuk memastikan aspek legal.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kesepakatan mengenai restrukturisasi proyek Kereta Cepat Whoosh telah mencapai titik temu.
Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPI Danantara masih dalam tahap menuntaskan tahapan administrasi sebelum hasilnya diumumkan secara resmi kepada publik.
Purbaya menjelaskan bahwa alur surat-menyurat sedang berjalan untuk memastikan seluruh proses hukum terjaga dengan baik guna menghindari kendala di masa depan.
“Jadi Danantara sedang ngirim surat ke kita, nanti kita balas biar bisa secara administrasi diproses dengan benar. Tapi keputusannya sudah selesai, tinggal dirapikan," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Meski keputusan strategis sudah diambil sejak satu bulan lalu, Menkeu mengaku heran dengan lambatnya eksekusi di tingkat administratif. Ia menegaskan bahwa hambatan tersebut tidak berada pada pihak kementeriannya saja, melainkan pada proses birokrasi secara keseluruhan.
"Bukan salah saya kan, Danantara juga lambat. Tapi enggak akan cepat, keputusannya sudah sebulan lebih tuh. Saya juga heran kenapa prosesnya lambat," tegasnya.
Purbaya menambahkan bahwa kehati-hatian dalam aspek legal menjadi salah satu alasan mengapa proses ini tampak memakan waktu lama.
"Iya betul, administrasinya lelet. Tapi keputusannya sudah selesai. Kita sama Danantara sudah clear, cuma dijaga jangan sampai nanti ada proses hukum yang kelewat sehingga kita repot," tuturnya.
Kepastian selesainya restrukturisasi ini juga telah disampaikan langsung oleh Purbaya kepada pemerintah China. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada mitra kerja sama internasional terkait keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
"Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan tinggal diumumkan jadi pihak China enggak usah khawatir," ungkap Purbaya.
Hingga saat ini, Purbaya masih enggan membeberkan poin-poin mendalam dari hasil restrukturisasi tersebut, termasuk mengenai status PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke depannya.
Purbaya menyebutkan bahwa wewenang untuk mengumumkan detail kebijakan tersebut ada di tangan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Nanti setelah diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak mengumumkan sekarang ya," kata dia saat ditanya mengenai kemungkinan KCIC berada di bawah Kemenkeu
(Febrina Ratna Iskana)