ECONOMICS

RI-Jerman Perluas Kerja Sama, Jajaki Realisasi Proyek Energi Hijau hingga Semikonduktor

Rohman Wibowo 21/08/2026 13:40 WIB

Pemerintah Indonesia dan delegasi bisnis Jerman sepakat mempercepat realisasi sejumlah daftar proyek (pipeline projects) di sektor energi terbarukan.

RI-Jerman Perluas Kerja Sama, Jajaki Realisasi Proyek Energi Hijau hingga Semikonduktor. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat mempercepat realisasi sejumlah daftar proyek (pipeline projects) di sektor energi terbarukan. Penguatan rantai nilai industri semikonduktor juga menjadi topik krusial yang dibahas, mengingat posisi sektor ini yang sangat penting bagi percepatan transformasi industri di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan meyakini hal tersebut dapat memperkokoh hubungan ekonomi antara kedua negara. 

“Jerman juga merupakan mitra strategis dari Just Energy Transition Partnership, JETP, dan Jerman menjadi co-leading IPG (International Partners Group) dengan Jepang, di mana proyek yang dikomitmen dalam JETP itu sebesar USD21,4 miliar,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026). 

Airlangga menegaskan pemerintah terus mendorong akselerasi proyek-proyek energi hijau (green energy) agar dapat memperoleh fasilitas pembiayaan internasional, salah satunya melalui KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau), bank pembangunan dan investasi milik negara Jerman. Langkah ini ditujukan untuk merealisasikan proyek transisi energi yang lebih konkret dan memperkokoh kerja sama bilateral.

“Jerman mempunyai keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, standard industry, dan inilah yang kita ingin kerjasamakan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Federal untuk Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas kolaborasi dengan Indonesia, baik di bidang ekonomi maupun pembangunan berkelanjutan. 

Menurut Reem, dunia usaha Jerman memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam agenda pembangunan hijau di Indonesia, khususnya di sektor energi bersih.

“Saya ingin memperkuat kerja sama kita di sektor ekonomi dan juga pembangunan. Kami telah membahas bagaimana memperkuat peran pelaku usaha Jerman dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan,” ujar Reem.

Airlangga menuturkan, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jerman juga akan diperkokoh melalui berbagai peluang kerja sama. Sektor pendidikan vokasi turut mendapatkan sorotan khusus. Keunggulan Jerman dalam sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dinilai menjadi modal penting yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di kedua negara.

Kedua pihak juga mendiskusikan perkembangan perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) yang ditargetkan rampung dan ditandatangani pada tahun ini. 

Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi katalis utama penguat relasi ekonomi Indonesia dengan kawasan Eropa sekaligus membuka pintu investasi yang lebih luas.

“Jerman telah menjadi mitra Indonesia dengan lebih dari 250 perusahaan sudah berbisnis dan beroperasi di Indonesia dengan kumulatif dari tahun 2021–2026 investasinya USD1,23 miliar,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE