sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kolaborasi Indonesia-Jerman Dorong Manufaktur Kesehatan dan Energi Berkelanjutan

Foto editor Isra Triansyah
20/08/2026 18:17 WIB
Bayer Indonesia memperkuat komitmennya terhadap pengembangan manufaktur lokal, kesehatan ibu dan anak.

IDX Channel — Penguatan manufaktur kesehatan dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi perhatian dalam kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste ke fasilitas manufaktur healthcare di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis, termasuk kerja sama di bidang transisi energi dan sektor swasta. Dalam kesempatan tersebut, para delegasi meninjau proses manufaktur serta sejumlah fasilitas pendukung di pabrik healthcare.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza, turut menjelaskan proses manufaktur dan memperkenalkan produk Multiple Micronutrient Supplements (MMS) kepada para delegasi.

Pengembangan produksi MMS diperkuat melalui investasi sebesar Rp99 miliar yang dialokasikan untuk lini produksi, termasuk MMS dan penelitian serta pengembangan (R&D). Investasi tersebut meningkatkan kapabilitas manufaktur lokal untuk memproduksi MMS berstandar UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister. Penguatan kapasitas produksi ini menjadi bagian dari upaya mendukung prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Dalam kunjungan tersebut, Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung prioritas kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan menargetkan program nasional dapat menjangkau sekitar 4,9 juta ibu hamil setiap tahun, sehingga diperlukan ketersediaan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten.

Selain aspek kesehatan, kunjungan juga menyoroti penerapan energi terbarukan di fasilitas manufaktur Cimanggis. Para delegasi meninjau instalasi panel surya atap yang mencakup area seluas 1,66 hektare dengan kapasitas mencapai 2.054 kWp.

Instalasi tersebut mampu memasok sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas dan mengurangi emisi karbon hingga sekitar 2.073 ton CO₂ per tahun. Pemanfaatan energi surya ini menjadi bagian dari langkah menuju operasional manufaktur yang lebih berkelanjutan.

Reem Alabali Radovan melihat fasilitas manufaktur di Cimanggis sebagai gambaran penerapan investasi berkelanjutan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat di berbagai bidang. Pengembangan energi terbarukan, penguatan industri lokal, serta peningkatan kapabilitas manufaktur kesehatan dinilai dapat berjalan beriringan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara penguatan investasi industri, peningkatan kapasitas manufaktur lokal, ketahanan pasokan produk kesehatan, dan transisi energi. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung agenda kesehatan nasional sekaligus tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Advertisement
Advertisement