ECONOMICS

Sektor Non-Migas Mesir Tertekan Perang Timur Tengah, PMI Turun ke Level Terendah Dua Tahun

Nia Deviyana 06/04/2026 03:00 WIB

Sektor swasta non-migas Mesir mengalami penurunan pada laju tercepat dalam hampir dua tahun pada Maret.

Sektor Non-Migas Mesir Tertekan Perang Timur Tengah, PMI Turun ke Level Terendah Dua Tahun. Foto: Freepik.

IDXChannel - Sektor swasta non-migas Mesir mengalami penurunan pada laju tercepat dalam hampir dua tahun pada Maret. Perang di Timur Tengah mendorong kenaikan biaya dan melemahkan permintaan klien.

Melansir Investing, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Mesir yang dirilis S&P Global turun untuk bulan keempat berturut-turut, menjadi 48,0 pada Maret dari 48,9 pada Februari, menjadi level terendah sejak April 2024.

Angka tersebut juga berada di bawah ambang batas 50 yang merupakan tanda kontraksi, meskipun secara umum masih sejalan dengan rata-rata jangka panjang survei sebesar 48,2.

Output (produksi) dan pesanan baru menjadi faktor utama yang menekan indeks, dengan keduanya juga mencapai level terendah dalam hampir dua tahun. Perusahaan mengatakan konflik Timur Tengah mendorong melemahnya permintaan klien, sebagian karena meningkatnya tekanan harga.

Untuk pertama kalinya, ekspektasi bisnis untuk 12 bulan ke depan turun ke wilayah negatif, dengan perusahaan menyebut ketidakpastian akibat perang sebagai alasan utama pesimisme, meskipun tingkatnya masih ringan.

Ekonom senior di S&P Global Market Intelligence, David Owen, memberi catatan bahwa angka 48,0 masih berkaitan dengan pertumbuhan PDB tahunan sekitar 4,3 persen. Data terbaru juga menunjukkan sektor domestik non-migas berada pada jalur pertumbuhan yang kuat secara mendasar.

Namun, tekanan biaya tetap menjadi kekhawatiran serius. Harga input melonjak pada laju tercepat dalam satu setengah tahun terakhir, karena perusahaan menyebut adanya kenaikan biaya bahan bakar dan komoditas lain terkait perang, yang diperparah oleh menguatnya dolar AS.

Sebagai respons, perusahaan menaikkan harga jual mereka pada laju tercepat dalam 10 bulan terakhir, meskipun kenaikan tersebut secara keseluruhan masih tergolong moderat.

(NIA DEVIYANA)

SHARE