IDXChannel - Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global tercatat di posisi 50,1 pada Maret 2026, turun dari 53,8 di bulan sebelumnya. Meski demikian, sektor manufaktur RI tercatat masih ekspansif dengan berada di atas level 50.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan capaian tersebut membuktikan industri nasional masih tangguh meski dihantam konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, dan lonjakan harga bahan baku global.
"Kami kaget sekaligus bersyukur bahwa di tengah kondisi yang super berat, baik dari sisi global maupun domestik, rata-rata PMI manufaktur Indonesia masih di atas angka 50. Ini menunjukkan resiliensi yang kuat dari sektor manufaktur tanah air," ujar Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Kinerja PMI Manufaktur Indonesia sepanjang kuartal I-2026 konsisten berada di zona ekspansi. Tercatat, indeks berada di level 52,6 pada Januari dan naik ke 53,8 pada Februari, sebelum akhirnya melambat ke posisi 50,1 pada Maret. Meski mengalami moderasi, aktivitas industri nasional dipastikan masih tetap tumbuh.
Dia menegaskan fundamental industri nasional tetap kokoh berkat sokongan permintaan domestik. Meski tekanan eksternal menguat, kekuatan pasar dalam negeri dinilai menjadi bantalan utama yang menjaga struktur industri tetap stabil dan mampu menahan gejolak pasar global.
Secara global, PMI Manufaktur Indonesia masih kompetitif meski tren perlambatan melanda banyak negara. Di ASEAN, Indonesia tetap di zona ekspansi pada level 50,1, bersaing dengan Thailand (54,1), Myanmar (51,5), Filipina (51,3), dan Malaysia (50,7).
Kondisi ini terjadi di tengah tekanan inflasi global dan gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut memicu lonjakan biaya energi serta bahan baku, yang turut menekan aktivitas manufaktur di berbagai kawasan secara merata.
“Kalau kita lihat secara global, hampir semua negara mengalami tekanan yang sama, baik dari sisi biaya maupun supply chain. Dalam hal ini, Indonesia masih mampu bertahan di zona ekspansi, ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” kata Agus.