ECONOMICS

Selain Kurangi Backlog, Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dinilai Bisa Pacu Ekonomi

Rohman Wibowo 01/02/2026 03:00 WIB

Proyek konstruksi berskala besar memberi dorongan permintaan jangka pendek melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok material.

Selain Kurangi Backlog, Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dinilai Bisa Pacu Ekonomi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), selain membantu menekan backlog perumahan di kawasan industri, juga dapat mengakselerasi mesin pertumbuhan ekonomi.

Pakar kebijakan publik dan ekonom Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan proyek konstruksi berskala besar memberi dorongan permintaan jangka pendek melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok material.

"Ekonomi lokal di sekitar hunian juga bergerak, usaha kecil, jasa, dan layanan harian tumbuh karena ada kepastian populasi tinggal," ujarnya saat dihubungi IDXChannel, Sabtu (31/1/2026).

Adapun estimasi pembiayaan proyek rusun bersubsidi Meikarta tembus Rp39 triliun. Sejauh ini pengembang besar seperti Lippo Group yang terdepan berinvestasi. 

Achmad mewanti-wanti tata kelola pendanaan dan pembiayaan mesti ketat dan transparan. Sehingga, dampak ekonominya bisa dirasakan secara holistik.

"Jika kualitas desain, utilitas, dan pengelolaan pasca huni buruk, maka rusun bisa berubah menjadi kantong masalah baru yang biayanya lebih mahal di masa depan, baik sosial maupun fiskal," kata dia.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memulai tahapan land clearing pembangunan rusun subsidi untuk rakyat di kawasan Meikarta pada akhir Januari ini. Proyek ini digadang-gadang solusi atas keterbatasan lahan hunian di kawasan industri dengan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Di kawasan ini disiapkan tiga lahan seluas total 30 hektare, dengan lokasi pertama seluas 10 hektare yang akan dibangun 18 tower setinggi 32 lantai. Setiap tower direncanakan memiliki sekitar 2.300 unit, sehingga pada tahap awal akan tersedia sekitar 47.000 unit, dan secara keseluruhan ditargetkan mencapai 141.000 unit rusun subsidi.

Pembangunan rusun subsidi Meikarta akan dilakukan dalam empat tahapan, dimulai dengan land clearing, dilanjutkan pemasangan tiang pancang pada 8 Maret 2026, pembangunan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026, hingga serah terima kunci yang ditargetkan pada 8 Agustus 2028.

(NIA DEVIYANA)

SHARE