Survei BI: Kepercayaan Konsumen Turun di Juni 2026
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 masih berada pada level optimistis yaitu sebesar 117,8.
IDXChannel - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 masih berada pada level optimistis yaitu sebesar 117,8. Meski demikian, angka ini lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 120,9.
Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 109,2 dan 126,4.
Tetap kuatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3. Sebagian besar kota mengalami penurunan IKE terutama di Makassar, Banten, dan Medan. Sejumlah kota yang mencatatkan peningkatan IKE, antara lain, di Mataram, Padang, dan Palembang.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada seluruh kelompok, meskipun sebagian besar mengalami penurunan indeks. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta, dengan skor 129,2.
Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, yaitu sebesar 129,7.
Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini mengalami penurunan pada seluruh tingkat pendidikan. Meskipun demikian, responden berpendidikan sarjana dan akademi/diploma masih mencatatkan indeks pada level optimistis, dengan skor masing-masing 109,0 dan 101,2. Sedangkan responden dengan tingkat pendidikan lainnya telah berada pada level pesimistis.
Berdasarkan kelompok usia, indeks masih berada di level optimistis pada kelompok usia 20-40 tahun, sedangkan kelompok usia di atas 41 tahun berada pada level pesimistis.
Indeks Ekspektasi Konsumen
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap kuat. Hal ini tecermin dari IEK Juni 2026 sebesar 126,4, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,7.
Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 124,4, dan 121,2. Secara spasial, sebagian besar kota mencatat penurunan IEK, dengan penurunan terbesar terjadi di Padang, Bandar Lampung, dan Medan. Sementara itu, beberapa kota lainnya mencatatkan kenaikan IEK.
Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran. Namun, peningkatan indeks hanya terjadi pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta, yang mencatat indeks sebesar 138,9. Sedangkan kelompok lainnya mengalami penurunan indeks.
Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, diikuti kelompok usia 31-40 tahun, yang masing-masing sebesar 140,4 dan 135,2
Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang masih berada pada level optimistis di seluruh tingkat pendidikan. Meskipun demikian, seluruh tingkat pendidikan mengalami penurunan indeks dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks hanya terjadi pada kelompok usia 51-60 tahun dengan skor 121,9.
Selanjutnya, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan menurun pada seluruh kelompok pengeluaran. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta, diikuti
kelompok pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta dengan masing-masing indeks sebesar 126,3 dan 118,8. Berdasarkan kelompok usia, seluruh kelompok juga mengalami penurunan indeks.
Kondisi Keuangan Konsumen
Pada Juni 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio ) tercatat sebesar 73,0 persen lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,3 persen.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio ) sebesar 10,0 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen. Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio ) sebesar 17,0 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,5 persen.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada kelompok pengeluaran Rp2,1-Rp3 juta (75,2 persen), Rp4,1-Rp5 juta (71,8 persen), dan di atas Rp5 juta (70,9 persen).
Sedangkan pada kelompok pengeluaran lainnya, proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun. Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami penurunan pada kelompok pengeluaran Rp2,1-Rp3 juta (15,6 persen) dan Rp4,1-5 juta (16,9 persen).
(NIA DEVIYANA)