Targetkan Kapasitas 1,8 GW pada 2033, Pertamina Geothermal (PGEO) Ekspansi PLTP
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung swasembada energi nasional.
IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung swasembada energi nasional melalui berbagai proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Sejumlah proyek ditargetkan beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) bertahap hingga 2029, PGE berambisi mencapai kapasitas 1 GW dalam tiga tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033.
Rangkaian proyek besar yang tengah digarap meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, serta ekspansi di PLTP Lahendong (Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2). Selain itu, perusahaan juga sedang melakukan eksplorasi di PLTP Gunung Tiga.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi menegaskan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 telah menjadi fondasi yang kuat bagi ekspansi ini.
“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi," ujar Edwil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1/2026).
Hingga saat ini, PGE telah mencatatkan kemajuan operasional yang signifikan. Dengan resmi beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW pada Juni lalu, total kapasitas terpasang PGE kini meningkat menjadi 727 MW dari sebelumnya 672 MW.
Guna mempercepat target, PGE juga memperkuat sinergi melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi oleh Danantara Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total potensi kapasitas sebesar 530 MW.
Selain itu, empat proyek PGE telah masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, membuka peluang pendanaan internasional hingga USD613 juta.
PGE kini mulai merambah pemanfaatan panas bumi di luar sektor listrik (beyond energy). Pada Agustus lalu, perusahaan meluncurkan proyek percontohan (Pilot Project) Green Hydrogen di Ulubelu, Lampung. Inisiatif ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi mulai dari produksi hingga distribusi energi bersih.
Tak berhenti di situ, PGE juga menjajaki pengembangan green data center berbasis panas bumi. Langkah ini diawali dengan kesepakatan bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk membangun infrastruktur digital yang berkelanjutan.
"Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,” kata Edwil. (Wahyu Dwi Anggoro)