ECONOMICS

Tindaklanjuti Kerja Sama Ketenagakerjaan, Pemerintah Siapkan Penempatan Pekerja RI ke Eropa

Rohman Wibowo 15/06/2026 23:30 WIB

Pemerintah menawarkan skema penempatan tenaga kerja nasional dalam forum komisi bersama yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.

Tindaklanjuti Kerja Sama Ketenagakerjaan, Pemerintah Siapkan Penempatan Pekerja RI ke Eropa. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah Indonesia menindaklanjuti pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Jerman yang berlangsung di Istana Negara pada Senin (15/6/2026). Salah satu poin krusial yang tengah digodok adalah pemanfaatan peluang kerja sama di sektor sumber daya manusia dan ketenagakerjaan menjelang implementasi perjanjian perdagangan EU-CEPA.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan delegasi bisnis Jerman memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan tenaga kerja asal Indonesia. 

Langkah ini dipandang sebagai solusi strategis bagi Jerman yang saat ini tengah menghadapi tantangan demografi berupa penurunan jumlah generasi muda di negara mereka.

Pemerintah menawarkan skema penempatan tenaga kerja nasional dalam forum komisi bersama yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua tahun ini. Program tersebut nantinya tidak hanya fokus pada perekrutan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas melalui berbagai pusat pelatihan terpadu.

"Jadi mereka ingin memanfaatkan itu, dan tadi saya tawarkan rencana dua pihak untuk penempatan tenaga kerja ataupun pelatihan di bulan September mendatang," ujar Airlangga selepas pertemuan dengan delegasi Jerman di Kantor Kementerian Perekonomian, Senin (15/6). 

Rencana besar ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengiriman tenaga kerja terampil ke pusat industri terbesar di Uni Eropa. Untuk menjamin efektivitas program di lapangan, pemerintah secara khusus memberikan mandat kepada sektor swasta untuk mengawal teknis pelaksanaannya.

Pihak kementerian menilai keterlibatan asosiasi pengusaha sangat penting untuk menjembatani kebutuhan industri di Jerman dengan ketersediaan tenaga kerja di tanah air. Oleh karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diminta untuk mengambil peran sentral sebagai koordinator utama dari sisi dunia usaha.

"Tadi saya minta langsung kepada Ketua Umum Kadin untuk mengorganisir hal tersebut," kata Airlangga.

Dalam momen pertemuan dengan delegasi Jerman, Kadin Indonesia menyambut positif inisiatif pemerintah tersebut sebagai bagian dari optimalisasi perjanjian EU-CEPA yang sedang dalam proses ratifikasi. Jerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Uni Eropa, dinilai memiliki antusiasme yang sangat besar untuk memperluas cakupan investasi dan kemitraan ekonomi dengan Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi pekerja migran Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di level global. Melalui skema pertukaran pekerja, tenaga kerja lokal diharapkan mampu menyerap standar teknologi dan manajemen industri maju sebagai persiapan menghadapi era industrialisasi di dalam negeri.

"Supaya bisa terjadi bukan hanya relasi yang baik antara people to people, tapi juga saling belajar supaya Indonesia juga siap di era industrialisasi," kata Anindya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE