ECONOMICS

Wamenpar Ingin Indonesia Jadi Pusat Pariwisata Muslim Dunia, Begini Strateginya

Tangguh Yudha 28/01/2026 15:36 WIB

Wamenpar menegaskan bahwa Indonesia seharusnya mampu mengambil peran sebagai pusat industri pariwisata muslim dunia, bukan sekadar menjadi target pasar.

Wamenpar Ingin Indonesia Jadi Pusat Pariwisata Muslim Dunia, Begini Strateginya. (Foto: Dok. Kemenpar)

IDXChannel - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa Indonesia seharusnya mampu mengambil peran sebagai pusat industri pariwisata muslim dunia, bukan sekadar menjadi target pasar bagi produk halal negara lain.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk muslim mencapai lebih dari 86 persen, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen dan penggerak utama industri pariwisata ramah muslim secara global.

"Jangan kita yang jadi target negara-negara lain bikin halal produk dan lain sebagainya karena mau jualan ke Indonesia, jangan sampai seperti itu," kata Wamenpar dalam acara Kadin Sharia Economic Outlook 2026 yang digelar di Menara Kadin, Rabu (28/1/2026).

Ia menekankan pentingnya Indonesia memproduksi dan mengembangkan layanan pariwisata untuk menargetkan pasar global, khususnya wisatawan muslim dari luar negeri, sembari tetap memperkuat pasar dan ekonomi domestik. 

Menurutnya, langkah ini perlu dipikirkan oleh seluruh pihak sehingga potensi tersebut bisa segera dimaksimalkan.

"Kita harusnya produksi untuk menarget pasar yang ada di luar Indonesia. Kalaupun kita menarget pasar kita, itu harusnya adalah bagaimana memperkuat pasar di dalam negeri atau ekonomi di dalam negeri kita," lanjut Wamenpar.

Lebih lanjut, Wamenpar mencontohkan Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun tetap menyediakan fasilitas ibadah bagi wisatawan Muslim. Mulai dari masjid yang mudah dijumpai hingga musala di hotel-hotel.

Tidak berhenti di situ, Wamenpar turut memaparkan potensi besar pasar muslim global. Pada 2025, populasi muslim dunia mencapai 2,19 miliar jiwa atau sekitar 26 persen dari populasi global, dan diproyeksikan meningkat menjadi 2,5 miliar jiwa pada 2035.

Menariknya, sekitar 70 persen populasi muslim dunia berusia di bawah 40 tahun, yang menunjukkan besarnya peluang pasar, tenaga kerja, dan penggerak ekonomi masa depan.

"Secara geografis, lebih dari 2 per 3 populasi muslim itu berada di Asia. Ini harusnya tidak terkena Trump Impact-lah ya, kita narik turis ya udahlah, yang dari muslim Asia kita tarik ke Indonesia, banyak bisa kita dapat Ini kemudian membuat kawasan Asia ini sangat strategis," katanya. 

(Febrina Ratna Iskana) 

SHARE