Cerai Dari Hyundai, Apple Dilaporkan 'PDKT' ke Nissan untuk Buat Mobil Pintar
Apple diinformasikan sempat melakukan pertemuan dengan Nissan untuk membicarakan proyek mobil otomatisnya, yang diberi nama Project Titan.
IDXChannel - Apple dilaporkan telah melakukan pendekatan (PDKT) ke perusahaan Jepang, Nissan, dalam beberapa bulan terakhir setelah mengumumkan menunda rencana kerja sama mereka dengan Hyundai. Apple diinformasikan sempat melakukan pertemuan dengan Nissan untuk membicarakan proyek mobil otomatisnya, yang diberi nama Project Titan.
Dilaporkan the Financial Times, Senin (15/02/2021), pertemuan itu masih dilakukan di tingkat bawah dan belum berlanjut ke manajemen senior. Namun, Nissan sendiri membantah telah terjadi pertemuan itu meski menyatakan terbuka untuk melakukan kerja sama langsung.
Pekan lalu, Apple telah menunda diskusi dengan Hyundai Motor dan afiliasinya, Kia. Tindakan yang dilakukan perusahaan teknologi asal AS itu menimbulkan banyak orang bertanya-tanya, di mana Apple sedang fokus mencari delapan korporasi pembuat mobil dari Jepang.
Informasi itu telah membuat saham Nissan naik 5,6 persen pada Rabu (10/02/2021) lalu, setelah direktur eksekutifnya memberi sinyal terbuka untuk bekerja sama dengan Apple. Namun, seorang pembocor menyebut kerja sama itu telah diturunkan tingkatnya dari pembuatan mobil hingga hanya menjadi penyedia rangkanya saja.
CEO Nissan, Ashwani Gupta, dalam pernyataannya yang disampaikan kepada publik, mengatakan "tidak dalam" pembicaraan dengan Apple.
"Pelanggan kami memiliki kepuasan tersendiri atas produk kami. Tidak mungkin kami akan mengubah cara kami dalam membuat kendaraan," kata Gupta seperti dikutip dari Financial Times. "Cara kami mendesain, mengembangkan dan memproduksi adalah cara pabrikan otomotif, seperti Nissan."
Meski begitu, Gupta menyebut Nissan tetap terbuka untuk bekerja sama dengan mengoneksikan kendaraan dengan mengemudi otomatis. Dia merujuk pada kolaborasi antara Google dan start up lainnya.
"Kami akan memeriksa apakah telah memiliki kompetensi terbaik untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan. Untuk itu, kami membuka kemitraan, hal itu berarti layanan mereka harus menyesuaikan dengan produk kami, bukan sebaliknya."
Meski demikian, tindakan Apple yang berencana terjun ke industri otomotif menimbulkan banyak kekhawatiran. Sejumlah perusahaan otomotif takut dengan kemunculan "Foxconn di industri otomotif", yang mereferensikan grup manufaktur asal Taiwan pembuat perangkat iPhone. Namun, Apple menolak untuk berkomentar.
Di sisi lain, para pengamat setuju apabila Apple ingin menggandeng Nissan. Dengan kekuatan afiliasinya dengan dengan Renault Prancis, dan Mitsubishi Motors, maka akan sangat cocok dengan kebutuhan Apple. Apalagi, perusahaan ini disebut sebagai pionir kendaraan listrik yang dilucurkan pada 2010 lalu.
Namun, pengamat lain menganggap keterlibatan Apple akan mengganggu industri otomotif, meski belum diketahui teknologi apa yang akan diberikan dalam mendorong kekuatan brand mereka.
Apple sendiri dilaporan telah menguji coba teknologi berkendara otomatis di California bertahun-tahun. Perusahaan itu mengungkapkan bahwa pengemudi cadangannya harus melakukan intervensi setiap 145 mil pengujian. Sebaliknya, Waymo, unit mobil self-driving Alphabet, dan GM Cruise masing-masing berhasil melakukan perjalanan rata-rata hampir 30.000 mil sebelum satu "pelepasan". (TYO)