Dampak Tarif Minim, Penjualan Hermes Naik pada 2025
Rumah mode mewah Prancis, Hermes, melaporkan peningkatan penjualan pada 2025.
IDXChannel - Rumah mode mewah Prancis, Hermes, melaporkan peningkatan penjualan pada 2025.
Dilansir dari AFP pada Jumat (13/2/2026), peningkatan penjualan itu dicalai di tengah menghadapi tarif yang tinggi.
Dolar AS juga lemah tahun lalu, yang membuat tas kulit dan barang-barang Hermes lainnya menjadi lebih mahal bagi pelanggan di seluruh dunia.
"Pendapatan naik 5,5 persen menjadi 16 miliar euro (Rp320 triliun), dengan semua wilayah mengalami peningkatan," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.
Laba bersih turun 1,7 persen menjadi 4,5 miliar euro, yang menurut grup tersebut disebabkan oleh pajak satu kali sebesar 330 juta euro yang dikenakan oleh pemerintah Prancis kepada perusahaan-perusahaan besar untuk membantu negara mengurangi utang.
"Tanpa pajak tersebut, laba naik 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala Eksekutif Hermes Axel Dumas saat mempresentasikan hasil kepada wartawan.
"Saya tidak dapat membuat perkiraan untuk 2026. Kita telah kembali ke dunia di mana setiap dua tahun ada beberapa masalah di suatu tempat, atau ada wilayah yang mengalami kesulitan," katanya.
Penjualan di AS naik 7,3 persen menjadi 3,1 miliar euro, sementara penjualan di Eropa naik 9,6 persen menjadi 3,9 miliar euro.
Di Asia, yang menghasilkan sebagian besar pendapatan Hermes, penjualan naik 2,6 persen menjadi 8,3 miliar euro. (Wahyu Dwi Anggoro)