Sukses Curi Perhatian Audiens, Film Ghost in the Cell Akan Tayang di 86 Negara
Film ini mencuri perhatian audiens pada festival film Berinale 2026 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman.
IDXChannel— Karya terbaru garapan Joko Anwar, Ghost in the Cell, akan tayang di 86 negara. Hak penayangan film sutradara Perempuan Tanah Jahanam ini telah dibeli oleh 86 negara tersebut, sebelum filmnya resmi tayang di Indonesia.
Capaian ini terwujud tak lama setelah Ghost in the Cell menarik perhatian audiens pada festival film Berlinale 2026 di Berlin. Bahkan distributor Jerman, Plaion Pictures, telah lebih dulu mengamankan hak edar untuk wilayah berbahasa Jerman.
Proyek ini adalah buah kolaborasi antara Come and See Pictures, RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A sebagai sales agent global.
Film ini mengisahkan tentang para tahanan di Lapas Labuhan Angsana yang penuh dengan penindasan dan konflik antarnapi. Suatu hari, situasi menjadi mencekam ketika seorang tahanan baru masuk bui, disusul kematian misterius satu per satu.
Rupanya, ada sosok gaib yang memburu mereka, terutama yang memiliki energi paling negatif. Sehingga para napi pun terpaksa berlomba-lomba menjadi ‘baik’ demi bertahan hidup di lapas tersebut.
Joko Anwar menegaskan film ini lahir dari realitas yang dekat.
“Ini tentang kekuasaan dan sistem yang korup. Ketidakadilan itu bahasa universal,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (6/4/2026).
Pernyataan itu tercermin dari respons pasar global, yang melihat kisah ini bukan sekadar cerita lokal, melainkan potret masalah yang relevan di banyak negara.
Produser Tia Hasibuan menilai capaian ini sebagai bukti kualitas produksi. “Banyak negara tertarik menayangkannya,” katanya.
Tak heran, jaringan distribusi film ini mencakup kawasan Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, hingga Amerika Latin dan Afrika—menjadikannya salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional paling luas dalam beberapa tahun terakhir.
Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain lintas generasi seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, hingga Tora Sudiro, serta memperkenalkan Magistus Miftah.
Dengan rekam jejak Come and See Pictures yang sebelumnya memproduksi Pengabdi Setan 2: Communion dan serial Nightmares and Daydreams, Ghost in the Cell akan tayang di Indonesia pada 16 April 2026.
(Nadya Kurnia)